Membicarakan ulama di Aceh adalah sama dengan membicarakan masyarakat elit di suatu tempat. Memperhatikan pada sejarah kehidupan ulama di Aceh, mereka selalu tampil sebagai manusia kreatif. Mereka tidak pernah kehilangan ide dalam berjuang untuk meningkatkan kualitas hidup umat. Mulai dari mengajarkan agama kepada umat, tanpa suatu tuntutan jumlah bayaran, bahkan ada kala mereka sendiri yang membiayai fasilitas-fasiltas untuk belajar muridnya. Berbeda dengan elit-elit lain, ulama relatif lebih kuat mendapat kepercayaan (trust) dari masyarakat. Hal ini karena selain berfungsi sebagai pemberi petunjuk kepada umat mereka juga sangat kuat menjaga amanah. Hal ini terlihat bahwa ulama sering mendapat posisi sebagai pemimpin informal yang mendapat mandat untuk memegang sesuatu jabatan berdasarkan kepercayaan umat, bukan karena sebuah SK (surat keputusan atasan) atau karena perjuangan melalui politik. Karena itu dalam masyarakat Aceh golongan ulama merupakan salah satu kelompok yang amat penting. |